Bermain untuk mengenal gunung dengan anak-anak SD Wonorejo 2

Kamis, 7 November 2019, Tanah Tinggi Highland Conservation berkolaborasi dengan Kelompok Studi Biodiversitas UNS dan komunitas Book For Mountain mengadakan edukasi lingkungan ke siswa-siswi SDN 2 Wonorejo, Jatiyoso, Karanganyar. Kami mengenalkan tentang ekosistem lokal dimana generasi muda ini tinggal dekat dengan hutan pegunungan. Anak-anak yang memiliki kepedulian terhadap alam sekitar mereka adalah masa depan konservasi alam pegunungan. Mengenalkan flora dan fauna lokal diharapkan dapat memperkuat ikatan anak-anak dengan lingkungan sekitar mereka. 

SDN 2 Wonorejo merupakan sekolah yang berada tepat berbatasan dengan hutan dan ladang di bagian selatan Gunung Lawu. Kehidupan masyarakat desa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani menjadikan mereka sangat tergantung dengan eksistensi sumber daya alam dari hutan dan gunung. Selain kebutuhan pokok seperti ketersediaan lahan, air dan mineral lainnya, kelangsungan hidup masyarakat juga terpengaruh oleh keragaman hayati/biodiversitas (hewan dan tumbuhan) yang ada di hutan. 

Sering kali kehidupan masyarakat beririsan dengan kehidupan alam liar. Sebagai contoh, pada akhir 2018 terjadi kasus konflik satwa liar, yaitu macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang masuk ke pemukiman dan menyerang sekitar 26 ternak milik warga. Kejadian ini tidak jauh dari SDN 2 Wonorejo. Tentu hal ini menimbukan keresahan, namun di lain sisi, keberadaan macan tutul jawa juga dalam posisi genting akibat kerusakan hutan. Berawal dari kejadian ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai penting ekosistem sedari dini, mulai dari anak-anak.

Sebanyak 59 siswa-siswi SDN 2 Wonorejo dengan penuh antusias mengikuti kegiatan edukasi ini. Materi pengenalan tumbuhan dan satwa liar berikut peran masing-masing di alam dikemas secara interaktif melalui media gambar dan permainan diikuti dengan penuh keceriaan. Interaksi antar siswa dan respon terhadap intruksi menjadi kunci dalam penyampaian materi.

Permainan tebak gambar jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar di Gunung Lawu menjadi favorit siswa-siswi, terlihat dari tingginya antusias dan keceriaan meraka saat melakukan permainan ini. Kegiatan edukasi ekositem lokal ini menjadi yang pertama bagi Tanah Tinggi Highland Conservation dan juga SDN 2 Wonorejo. Penuh harap bahwa kegiatan ini dapat menambah pengetahuan siswa-siswi SDN 2 Wonorejo tentang ekosistem lokal dan menggugah mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. 

Menurut Pak Suparto, S.Pd, Kepala Sekolah SDN 02 Wonorejo, di sekolah ini belum ada model edukasi lingkungan seperti ini. “Kami senang kalau ada kegiatan seperti ini. Metode yang interaktif kan memang sudah dimasukkan dalam kurikulum dan dapat membantu anak-anak belajar dengan lebih mudah. Jangan kapok datang lagi ya”, ujarnya diiringi dengan tawa dan menutup kunjungan kami kali ini. (Agal/Nope)

 

One thought on “Bermain untuk mengenal gunung dengan anak-anak SD Wonorejo 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *