53 relawan membersikan Gunung Lawu: “Plastik mendominasi sampah”

Tanah Tinggi Highland Conservation dan Dompet Dhuafa menyelenggarakan kegiatan World Clean-up Day (WCD) di jalur Cemoro Sewu, Gunung Lawu, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu 20-22 September 2019 dan dihadiri 50 relawan berbagai daerah dan komunitas.

Acara ini dikemas dengan sharing session terkait pendakian dan dampaknya terhadap ekosistem pegunungan; pembersihan titik sampah di pos 3, Sendang Drajad, dan Hargo Dalem; penurunan sampah ke basecamp Cemoro Sewu; dan audit sampah dengan menghitung jumlah, jenis, dan merek sampah yang terkumpul. Terdapat 42 karung sampah seberat 163,8 kg yang berhasil diturunkan dari Gunung Lawu. Beberapa jenis sampah plastik hasil audit yang mendominasi di antaranya, sampah kantong plastik, botol air minum dalam kemasan, kemasan makanan dan minuman instan, tisu basah, kemasan rokok dan kemasan dupa.

World Clean-up Day (WCD) adalah aksi sosial global yang bertujuan memerangi masalah sampah di dunia yang dilakukan secara serentak setiap tahun di pekan ketiga September. WCD pertama kali dilaksanakan tahun 2008 di Estonia, dan kini aksi WCD sudah meluas hingga 157 negara, termasuk Indonesia. WCD di Gunung Lawu adalah salah satu dari 15 WCD yang disponsori oleh Dompet Dhuafa dan menjadi satu-satunya WCD yang dilaksanakan di kawasan gunung.

Sampah di Hargo Dalem sebelum dan sesudah aksi bersih

Tanah Tinggi sebagai organisasi nirlaba di bidang konservasi ekosistem pegunungan memimpikan pengelolaan ekosistem pegunungan yang berkelanjutan dengan biodiversitas dan jasa ekosistem terjaga untuk menunjang kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Tanah Tinggi bersama dengan Dompet Dhuafa berkomitmen untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan layanan ekosistem pegunungan, termasuk pariwisata alam, seperti kegiatan pendakian. Dengan mengusung tema #gunungindahtanpasampah, Tanah Tinggi berharap kegiatan pendakian gunung tetap bisa sejalan dengan kelestarian ekosistem gunung yang indah tanpa sampah.

WCD Gunung Lawu juga didukung penuh oleh Perhutani KPH Lawu Ds dan Paguyuban Giri Lawu (PGL). Wakil Ketua Perhutani KPH Lawu Ds Mulato Joko Sundoro, S.Hut., M.M. sangat mengapresiasi pelaksanaan WCD di Gunung Lawu.

“Penanganan sampah dapat menjadi hal yang serius apabila tidak dilakukan dengan konsep yang matang di Gunung Lawu. Para pendaki dan para pendagang tidak bisa dengan begitu saja membuang sampah  di Gunung Lawu karena Gunung Lawu bukan tempat sampah raksasa. Setiap orang yang naik ke Gunung Lawu harus sepakat untuk  membawa kembali sampahnya ke bawah dan tidak ditinggal di Gunung Lawu, termasuk para pedagang,” jelas Pak Joko. (Nope/Nobi)

One thought on “53 relawan membersikan Gunung Lawu: “Plastik mendominasi sampah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *